Pengelola Website

Hans Mandala

Displaying items by tag: DENGUE

 

Paling sebal kalau tiba-tiba kaki Anda sudah gatal-gatal dan bentol-bentol karena digigit nyamuk, tapi saat melirik ke teman si samping Anda, dia kelihatan baik-baik saja. Darahnya manis, kata orang untuk orang yang sering digigit nyamuk.

Direktur Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan, presyok adalah masa-masa rentan saat virus dengue dari nyamuk Aedes aegypti menggerogoti tubuh penderitanya.

Kondisi tersebut membuat penderita mengalami gangguan sirkulasi darah, sehingga aliran darahnya menjadi tidak normal. Pendarahan di dalam tubuh pun jadi tak terlihat.

 

Masa kegawatan ini umumnya muncul saat demam tinggi mulai mereda, yakni pada hari ke-3. Oleh karena itu, jangan langsung mengira diri pulih ketika panas sudah turun.

 

Pada orang tua yang tidak paham akan kondisi tersebut. Misalnya, anak akan dibiarkan beraktivitas. Padahal, pada saat itulah orang tua harus waspada.

 

Selain demam tinggi yang mengalami penurunan, tanda-tanda lain presyok DBD yang wajib dikenali antara lain:

 

  • Berkeringat dingin.
  • Tangan dan kaki terasa dingin dan tampak pucat.
  • Muncul bintik-bintik merah.
  • Feses berwarna cokelat kehitaman.
  • Lemas dan gelisah.
  • Jika diperiksa, tekanan darah juga mengalami penurunan.
  • Jika nadi diraba, akan terasa lemah atau terlalu cepat (tidak stabil).

 

Fase Kritis (critical phase)

 

Pada fase kritis, demam tinggi yang dialami pengidap akan berangsur-angsur mereda. Kebanyakan pengidap mengira dirinya sudah sembuh, padahal penurunan suhu tubuh bukanlah pertanda kesembuhan. Sebaliknya, pengidap justru sedang memasuki masa paling berbahaya di mana komplikasi yang bisa mengancam nyawa dapat terjadi.

 

Fase kritis adalah masa di mana pembuluh darah mengalami kebocoran plasma darah yang efeknya menimbulkan tanda-tanda perdarahan pada kulit dan organ lainnya, misalnya mimisan, perdarahan saluran cerna. Hal inilah yang sebenarnya mengakibatkan suhu tubuh menurun. Keluarnya bintik-bintik merah adalah salah satu gejala khas pada fase kritis.

 

Fase kritis demam berdarah bisa dimulai antara 3–7 hari sejak fase demam dan berlangsung selama 24–48 jam. Pada fase ini, cairan tubuh perlu dipantau secara ketat agar tidak kekurangan maupun kelebihan.

 

Pada fase ini, pengidap perlu mendapatkan penanganan medis secepat mungkin. Pasalnya, pengidap berisiko mengalami syok atau penurunan tekanan darah yang drastis, serta perdarahan yang dapat berujung pada kematian bila tidak ditangani segera.

 

Fase Pemulihan

Fase pemulihan dimulai 48–72 jam setelah fase kritis. Di fase ini, kondisi pengidap akan membaik dan status hemodinamik (aliran darah dalam sistem peredaran tubuh) juga stabil. Cairan yang keluar dari pembuluh darah pun juga akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah. Itulah mengapa menjaga cairan tubuh pengidap agar tidak berlebihan sangat penting. Ini karena, cairan yang berlebih dalam pembuluh darah dapat mengakibatkan gagal jantung dan edema paru yang dapat berujung pada kematian.

 

Dalam fase pemulihan, kadar trombosit pengidap juga akan meningkat cepat hingga mencapai 150.000/mikroliter darah, tetapi kemudian akan kembali ke kadar normal.