Pengelola Website

Hans Mandala

Hans Mandala

Hans Mandala

Website URL: http://puskkk.dinkes-kotakupang.web.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Protokol ini tidak diperuntukkan bagi semua orang. Berikut adalah orang-orang yang disarankan untuk melakukan protokol isolasi mandiri:

 

 

  • Memiliki salah satu dari gejala COVID-19 yang ringan, seperti batuk, demam, atau sakit tenggorokan yang bisa diatasi di rumah, dan tidak memiliki penyakit penyerta, seperti penyakit jantung, diabetes, hipertensi, atau penyakit paru yang kronis
  • Terkonfirmasi positif COVID-19 dengan tes PCR, tapi tidak mengalami gejala atau hanya mengalami gejala ringan
  • Tinggal dengan orang yang memiliki gejala COVID-19
  • Telah menjalani rapid test COVID-19 dan hasilnya positif, namun tidak mengalami gejala atau jika hasil rapid test COVID-19 negatif dan menunggu pemeriksaan lanjutan
  • Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di daerah yang endemis COVID-19 (baik di dalam maupun di luar negeri) dalam 14 hari terakhir

 

 

Protokol Isolasi Mandiri yang Perlu Diterapkan

Bila Anda memiliki gejala atau kontak erat dengan orang yang memiliki gejala, Anda harus bertanggung jawab untuk melakukan isolasi mandiri di rumah, setidaknya selama 14 hari. Berikut ini adalah hal-hal yang perlu Anda lakukan selama isolasi mandiri di rumah sesuai anjuran pemerintah:

 

  1. Tidak beraktivitas di luar rumah

Apabila sedang dalam isolasi, Anda tidak boleh keluar rumah atau pergi ke tempat-tempat umum walaupun untuk bekerja. Jika memungkinkan, bekerjalah dari rumah selama isolasi. Namun, apabila sakit, Anda dianjurkan untuk beristirahat dulu untuk sementara waktu hingga pulih.

 

Bila tadinya Anda memiliki gejala dan sembuh dalam waktu kurang dari 14 hari, Anda tetap harus tinggal di rumah dan menunggu hingga masa isolasi selesai. Sebisa mungkin, hindari menerima tamu.

 

Apabila selama masa isolasi ada keperluan ke luar rumah, seperti membeli makanan ataupun obat-obatan, mintalah orang lain yang tidak sedang menjalani isolasi untuk melakukannya. Anda juga dapat memanfaatkan aplikasi layanan online untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

 

  1. Hindari kontak dekat dengan orang yang tinggal serumah

Selama di rumah, Anda disarankan untuk berada di kamar yang terpisah dengan penghuni rumah lainnya. Kamar disarankan memiliki ventilasi dan pencahayaan yang baik.

 

Meski begitu, bukan berarti Anda harus selalu berada di dalam kamar tersebut dan orang lain tidak boleh masuk. Hal ini diperbolehkan, asalkan tetap dalam batasan tertentu.

 

Saat sedang berada dalam satu ruangan dengan penghuni rumah lainnya, jaga jarak atau lakukan physical distancing, terutama dengan orang yang rentan terhadap COVID-19, seperti lansia, pemilik penyakit kronis, dan ibu hamil. Jaga jarak setidaknya sejauh 1 meter dan hindari bicara berhadap-hadapan dengan orang lain lebih dari 15 menit.

 

  1. Pakai masker

Meski di rumah, Anda tetap disarankan untuk mengenakan masker, yaitu masker jenis surgical mask, guna mencegah penularan kepada keluarga atau orang yang berada dalam satu rumah dengan Anda.

 

Apabila tidak ada masker, Anda disarankan untuk tidak berlama-lama dalam satu ruangan dengan penghuni rumah yang lain. Bila salah satu penghuni rumah masuk ke dalam kamar isolasi, misalnya untuk mengantarkan makanan, Anda disarankan untuk memakai masker kain untuk mengurangi risiko penularan.

 

  1. Gunakan perlengkapan terpisah

Selama menjalani isolasi mandiri, gunakan piring, sendok, garpu, dan gelas terpisah. Perlengkapan mandi, seperti handuk dan sikat gigi, juga harus terpisah dari penghuni rumah lainnya.

 

Selain itu, sediakan tempat sampah atau kantung plastik khusus untuk membuang tisu yang Anda gunakan untuk batuk, bersin, dan membersihkan mulut atau hidung. Anda juga disarankan untuk rutin membersihkan permukaan benda yang sering disentuh, seperti wastafel, gagang pintu, atau telepon, dengan cairan disinfektan.

 

  1. Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat

Cucilah tangan Anda dengan air dan sabun secara rutin. Jangan lupa minum banyak air, setidaknya 8 gelas sehari, serta konsumsi makanan yang bergizi. Anda juga disarankan untuk berjemur dan melakukan olahraga ringan di bawah sinar matahari setiap pagi selama 15–30 menit agar tubuh Anda lebih bugar dan lebih cepat sembuh.

 

Pantau kesehatan Anda secara mandiri, yaitu dengan mengukur suhu tubuh setiap hari dan mengamati gejala yang muncul. Bila demam, Anda bisa mengonsumsi obat yang mengandung paracetamol sesuai aturan pakai yang tertera pada kemasan obat.

 

Selain itu, tetaplah menjalin hubungan dengan anggota keluarga dan teman melalui telepon, video call, atau media sosial. Jangan sampai isolasi di rumah membuat Anda merasa tersisih dan kesepian.

 

  1. Hubungi rumah sakit

Apabila di tengah masa isolasi muncul keluhan baru atau keluhan yang Anda alami jadi memberat, misalnya demam tinggi disertai batuk terus-menerus dan sulit bernapas, segera hubungi rumah sakit atau hotline COVID-19 untuk mendapatkan perawatan.

 

Agar orang lain tidak tertular, Anda disarankan untuk tetap berada di rumah. Bila memang diperlukan, rumah sakit akan mengirim ambulans khusus untuk menjemput Anda.

Isolasi di rumah bisa menjadi hal yang berat bagi sebagian orang. Namun, cara sederhana ini efektif untuk melindungi Anda, keluarga dan orang-orang di sekitar Anda, bahkan seluruh masyarakat Indonesia dari COVID-19.

 

Terlepas dari ada atau tidaknya gejala dan kontak dengan orang yang menderita atau dicurigai menderita COVID-19, setiap orang disarankan untuk tinggal di rumah dan membatasi aktivitas di luar rumah, terutama yang melibatkan banyak orang. Bila memungkinkan, mintalah pilihan untuk bekerja atau belajar dari rumah.

 

Pasalnya, virus Corona atau SARS-CoV-2 dapat menyebar bahkan dari orang yang tidak merasakan gejala. Jadi, seseorang bisa saja tertular atau menularkan virus ini tanpa menyadarinya.

 

Bila masih ragu apakah Anda perlu melakukan isolasi mandiri di rumah atau kapan Anda bisa dinyatakan sembuh dan keluar dari isolasi, berkonsultasilah dengan dokter melalui chat di aplikasi Alodokter. Selain itu, Anda juga bisa melakukan konsultasi di aplikasi ini mengenai masalah kesehatan apa pun, baik yang terkait COVID-19 maupun yang tidak, sehingga Anda tidak perlu keluar rumah.

 

Seperti dilansir : https://www.alodokter.com/bantu-cegah-penyebaran-covid-19-inilah-protokol-isolasi-mandiri-yang-perlu-diterapkan

ISOLASI MANDIRI YANG BAIK & BENAR

Senin, 08 Februari 2021 01:49

Terapi plasma darah adalah pengobatan yang dilakukan dengan cara menggunakan plasma darah yang mengandung antibodi virus corona dari orang yang telah dinyatakan sembuh dari Covid-19.

PENTINGNYA PLASMA DARAH MEMBANTU SESAMA

Kamis, 04 Februari 2021 04:37

Epidemiolog Universitas Griffith, Australia, Dicky Budiman, mengatakan, vaksinasi Covid-19 bertujuan menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dan kekebalan individu terhadap virus corona.  Oleh karena itu, semua orang harus mendapatkan vaksin, baik yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19 maupun yang tidak. "Tidak ada perbedaan sebetulnya antara yang sudah terinfeksi dan tidak, sama-sama harus divaksinasi.

 

Secara ilmiah sebetulnya harus divaksin karena mereka (yang pernah terinfeksi dan belum pernah) sama-sama bisa terinfeksi," kata Dicky pada Kompas.com, Sabtu (9/1/2021). Ia mengatakan, orang-orang yang terinfeksi virus corona di Indonesia mayoritas tidak bergejala atau mengalami gejala ringan. Oleh karena itu, kemungkinan antibodi yang dikembangkan tubuh sangat kecil sehingga perlu divaksin. Baca juga: 4 Tahapan Vaksinasi Covid-19 dan Jadwal Pelaksanaannya Akan tetapi, pengecualian bagi beberapa golongan. "Orang yang terinfeksi tetap harus divaksin, kecuali misalnya orang itu dirawat di ICU belum lama atau sakit parah, umumnya kecenderungannya memiliki antibodi yang lebih besar atau kuat," ujar Dicky. Dia juga mengingatkan, sebaiknya pendataan orang-orang yang mendapatkan vaksin dilakukan secara cermat. Bagi mereka yang pernah terinfeksi dan tidak terinfeksi, harus dibedakan untuk memudahkan penilaian akhirnya.

 

Melansir laman Kemenkes, 22 Juli 2020, salah satu penelitian di Jerman menunjukkan bahwa jumlah antibodi pada tubuh pasien Covid-19 turun bahkan hilang secara signifikan, yakni setelah dua atau tiga bulan. Baca juga: Saat Pemerintah Berjanji Tanggung Biaya Perawatan Efek Samping Vaksinasi Covid-19... "Antibodi yang menghentikan serangan virus, menghilang hanya dalam waktu dua sampai tiga bulan pada 4 dari 9 pasien yang dimonitor," kata dokter kepala di rumah sakit Schwabing di München Jerman, Clemens Wendtner. Hasil pemantauan tersebut juga sama dengan investigasi yang sudah dilakukan di China.

 

Riset di China juga menunjukkan, antibodi virus SARS-CoV-2 pada eks pasien Covid-19 tidak ada lagi dalam darah mereka. Dalam kondisi seperti itu, pasien bisa kembali terinfeksi virus corona karena tidak lagi memiliki perlindungan atau kekebalan tubuh.

 

 

Seperti dilansir

https://www.kompas.com/tren/read/2021/01/10/193100665/ini-alasan-semua-orang-harus-divaksinasi-covid-19?page=all

PENTINGNYA VAKSIN COVID 19

Kamis, 04 Februari 2021 03:11

Waspadalah waspadalah dimusim penghujan ini banyak menimbulkan penyakit yang beresiko tinggi, salah satunya Demam Berdarah Dengue yang sudah tidak asing lagi diantara kita

Pandemi covid ini tak mengurunkan niat kerja pada UPT Puskesmas Kupang Kota yakni salah satu kegiatan rutin yakni UKGS ( Usaha Kesehatan Gigi Sekolah).

 

Kegiatan ini berlangsung pada bulan Agustus 2020 di beberapa sekolah di wilayah binaan Puskesmas Kupang Kota yang bersedia berkontribusi dalam kegiatan ini dikarenakan Protokol Covid -19 yang mengharuskan anak sekolah dari rumah. Pada kegiatan ini petugas diharuskan memakai APD (Alat Pelindung Diri) sesuai protocol covid dengan lengkap. Dan siswa beserta orangtua pun diharuskan memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan setelah kegiatan. Ujar pengelola UKS/UKGS Puskesmas Kupang Kota ibu Maria W E Kumanireng Amd.KG

 

Pada kegiatan ini adapun pemeriksaan kesehatan Gigi dan Mulut, Kesehatan Umum mencakup kulit, mata, telinga dan penentuan status gizi anak sekolah dengan melakukan pengukuran Berat dan Tinggi Badan oleh Ahli Gizi Puskesmas.

 

UKGS adalah suatu komponen dari UKS dan merupakan tehnis pelayanan kesehatan gigi dan mulut bagi anak sekolah yang pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang anak

 

UKGS bertujuan :

  1. Umum

Terciptanya derajad kesehatan gigi dan mulut siswa yang optimal.

  1. Khusus

1) Siswa mempunyai pengetahuan tentang kesehatan gigi dan mulut.

2) Siswa mempunyai sikap/ kebiasaan pelihara diri terhadap kesehatan

3) gigi dan mulut.

4) Siswa binaan UKGS paket standar, paket optimal mendapat pelayanan medik gigi dasar atas dasar permintaan (care on demand)

5) Siswa sekolah binaan UKGS paket optimal pada jenjang kelas terpilih mendapat pelayanan medik dasar yang diperlukan

Pemeliharaan diri yang dimaksud adalah suatu sikap yang positif terhadap kesehatan gigi dan mulut dengan upaya :

  1. Meningkatkan kesehatan dengan cara memperkuat pertahanan tubuh, misalnya mengkonsumsi nutrisi yang seimbang.
  2. Menghindari faktor-faktor yang merugikan adalah menghindarkan gigi dan mulut dari sisa-sisa makanan dengan cara menyikat gigi secara tepat dan teratur.
  3. Menghindari kebiasaan buruk misalnya menghisap jari, menggigit pensil. Menghindari diri dari cidera, misalnya; membuka tutup botol dengan gigi, sikat gigi terlalu besar dan kasar, memecah kenari dengan gigi dan lain-lain.
  4. Melindungi gigi dengan cara memperkuat gigi melalui pemakaian pasta gigi yang mengandung fluor.
  5. Memeriksakan gigi secara berkala enam bulan sekali pada sarana pelayanan kesehatan gigi/dokter gigi keluarga atau puskesmas untuk dilakukan penanggulangan apabila diperlukan.

 

UKGS adalah suatu komponen Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) yangmerupakan suatu paket pelayanan asuhan sistematik dan ditujukan bagi semuamurid sekolah dasar dalam bentuk paket promotif, promotif-preventif dan paket optimal. Upaya promotif dan promotif-preventif paling efektif dilakukan pada anak sekolah dasar karena upaya peningkatan kesehatan harus sedini mungkin dandilakukan secara terus menerus agar menjadi kebiasaan. Di samping itu kelompok ini juga lebih mudah dibentuk mengingat anak sekolah dasar selalu di bawah bimbingan dan pengawasan para guru sehingga pada kelompok ini sangat potensialuntuk ditanamkan kebiasaan berperilaku hidup sehat (Depkes RI, 2000). Kesehatan gigi dan mulut harus dipelihara sejak dini terutama pada masa gigi bercampur yaituanak usia sekolah dasar usia 6-12 tahun (Maulani dan Enterprise, 2005,cit.Hutabarat, 2009) sebab anak usia Sekolah Dasar (SD) tergolong ke dalam kelompok rawan penyakit gigi dan mulut.

Waspadai beberapa masalah kesehatan yang ada di lungkungan kita, salah satunya di Kota kupang dan beberapa wilayah di NTT yang sangat kekurangan sumber Air Minum dalam beberapa waktu yang lalu dikarenakan jumlah curah hujan yang berkurang setiap tahunnya. Dan menjadi salah satu penyebab Diare meningkat di wilayah perkotaan maupun pinggiran.

WASPADA DIARE SAAT KRISIS AIR

Rabu, 02 Desember 2020 07:48

Pada 06 Oktober 2020 berlokasi di puskesmas kupang Kota, dilaksanakan sosialisasi oleh Tenaga Medis yang telah mendapat pelatihan ASUHAN KEPERAWATAN JIWA di Kota Kupang selama beberapa hari yang lalu, sosialisasi ini diharapkan memberikan ilmu tambahan bagi Nakes di Puskesmas yang tidak mengikuti pelatihan tersebut agar bisa membantu dalam kehidupans sehari-hari terutama dalam hal penanganan masalah kejiawaan pasien yan datang berkunjung ke puskesmas ataupun di wilayah binaan puskesmas kupang kota.

  

Layanan kesehatan primer di Puskesmas atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) adalah ujung tombak layanan kesehatan di masyarakat. Terbatasnya sumber daya kesehatan terlatih jiwa merupakan salah satu masalah yang perlu diatasi, maka diperlukan peningkatan kapasitas tenaga kesehatan di Puskesmas. Untuk itu Dinas Kesehatan Provinsi NTT melalui Dana Dekonsentrasi menyelenggarakan Pelatihan.

 

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan tenaga kesehatan dalam deteksi dini dan penatalaksanaan gangguan jiwa di Puskesmas, khususnya dalam penegakan diagnosa dan asuhan keperawatan penyakit ansietas, depresi, psikotik, gangguan perilaku dan perkembangan anak, penyakit demensia pada lansia, kegawatdaruratan, pelayanan rujukan kasus gangguan jiwa, wawancara psikiatrik dan pencatatan pelaporan pelayanan kesehatan jiwa.

 

Kupang , Puskesmas Kupang Kota mempunyai salah satu kegiatan luar Gedung yakni  Pos Binaan Terpadu (POSBINDU) yuang bertujuan memonitoring dan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular terintegrasi serta gangguan akibat kecelakaan dan tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang dikelola oleh masyarakat melalui pembinaan terpadu.

Tujuan utama kegiatan Posbindu PTM adalah untuk meningkatkan peran serta masyarakat dalam pencegahan dan penemuan dini faktor risiko PTM. Oleh karena itu sasaran Posbindu PTM cukup luas mencakup semua masyarakat usia 15 tahun sampai 45 Tahun baik itu dengan kondisi sehat, masyarakat beresiko maupun masyarakat dengan kasus PTM. 

adapun dalam kegiaatn ini dilaksanakan pemeriksaan kesehatan umum oleh Dokter, yakni pengukuran tekana darah dan pada bulan ini dilaksanakan juga pengukuran nilai Glukosa Darah pada anggota yang berkunjung.

pemeriksaan Nilai Glukosa Darah pada seorang Lansia yang sakit 

Salah satu Posbindu yang juga aktif melakukan kegiatan monitoring terhadap kesehatan warganya adalah Posbindu Kelurahan Airmata Kecamatan  Kota Lama yang di lakukan di Rumah Warga yang sekaligus dilaksanakan Posyandu Balita dan Lansia.

Pada kegiatan tersebut sasaran POSBINDU kali ini adalah para remaja kelurahan Airmata dan tidak dipungkiri para Pasangan muda yang baru menikah juga ramai datang untuk Periksa dan Sekedar berkonsultasi.Selain itu didalamnya ada pembahasaan mengenai program-program yang bermanfaat untuk kesejahteraan warga.

Kegiatan yang berlanjut pada bulan November ini tetap menerapkan Protokol Covid yang dianjurkan.

Puksesmas Kupang Kota pada Era Digital ini menerapkan Pelatihann QGIS pada semua staf yang membutuhkan aplkasi ini yang sangat berguna erat dalam pemetaan dan pelaporan Kegiatan-kegiatan pelayanan di wilayah kerja masing-masing.

Salah satu manfaat sarapan pagi adalah sebagai sumber energi. Layaknya mobil, Anda butuh juga “bahan bakar” untuk mengembalikan energi setelah tidur malam yang panjang dan menyebabkan perut menjadi kosong. Ini menjadi alasan mengapa sarapan sangat penting dalam memulai hari Anda.

Orang dewasa yang secara teratur sarapan sehat setiap pagi, lebih mungkin mengonsumsi cukup vitamin dan mineral, mengontrol berat badan, dan hanya sedikit makan lemak dan kolesterol. Sedangkan sarapan sehat yang dilakukan secara rutin oleh anak-anak bisa membantu memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka, menjaga berat badan yang sehat, berkonsentrasi lebih baik, serta membuat anak jarang absen di sekolah.

 

Berbagai Macam Manfaat yang Didapatkan

Anda disarankan untuk selalu menyempatkan diri menyantap sarapan setiap hari. Sebab, sarapan pagi bisa memberikan beragam manfaat sarapan seperti:

 

Membantu melindungi tubuh dari penyakit

Menurut sebuah studi, kadar kolesterol jahat (LDL) pada wanita sehat yang tidak sarapan cenderung lebih tinggi dibandingkan mereka yang sarapan. Mereka yang membiasakan diri untuk sarapan juga cenderung mengonsumsi lebih sedikit kalori dibandingkan mereka yang melewatkan sarapan.

 

Manfaat yang bisa diperoleh dari sarapan pagi tak hanya itu saja. Risiko terkena penyakit diabetes dan penyakit jantung akan semakin rendah dengan membiasakan diri sarapan pagi setiap hari.

 

Lebih fokus

Kebiasaan sarapan pagi juga bisa membuat Anda lebih fokus dan produktif dalam mengerjakan pekerjaan di kantor ataupun sekolah karena perut sudah diisi. Jika Anda tidak sarapan pagi, kemungkinan daya pikir Anda bisa menurun.

 

Membantu menurunkan berat badan

Penelitian menunjukkan bahwa sarapan pagi dengan menu yang sehat dapat membantu menurunkan berat badan. Dengan sarapan, Anda tidak akan terlalu lapar pada siang hari, sehingga keinginan untuk mengonsumsi makanan berlebihan pada saat makan siang dapat terhindarkan. Ketika Anda melewatkan sarapan pagi, maka Anda akan lebih mudah untuk tergoda mengonsumsi makanan lain yang tinggi kalori namun tidak mengenyangkan.

 

Meningkatkan mood

Jika hari ini Anda merasa lebih mudah kesal atau marah, coba cek apakah Anda sudah sarapan atau belum? Jika belum, bisa jadi ini disebabkan karena perut lapar. Agar ini tidak terjadi, biasakan untuk memulai hari dengan sarapan, agar suasana hati lebih baik dan stres di pagi hari dapat diatasi.

 

Memberi nutrisi yang dibutuhkan tubuh

Tidak sarapan membuat kebutuhan harian tubuh akan vitamin dan nutrisi sulit untuk terpenuhi. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang sarapan lebih mungkin untuk memenuhi kebutuhan gizinya secara menyeluruh, baik itu asupan serat, kalsium, vitamin A, B, C dan vitamin lainnya yang dibutuhkan tubuh.

 

Contoh Menu Sarapan Sehat

Menu sarapan sebaiknya diatur sebaik mungkin, sarapan yang sehat mengandung biji-bijian utuh (sereal gandum utuh), protein (selai kacang, daging tanpa lemak, ayam, ikan, telur rebus), keju atau susu rendah lemak, serta buah-buahan dan sayur-sayuran. Kombinasi karbohidrat kompleks, serat, protein, dan sedikit lemak, bermanfaat bagi kesehatan dan membuat Anda kenyang selama berjam-jam.

 

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, contoh menu sarapan sehat untuk anak sekolah usia 6-12 tahun antara lain:

 

Setangkup roti + telur mata sapi + sayuran + susu

Nasi goreng + telur dadar + sayuran

Bubur ayam + pisang

Lontong sayur + telur + buah

Nasi uduk + ayam goreng + buah

Mi goreng + telur + buah

Setelah memahami banyaknya manfaat sarapan pagi yang bisa Anda dapatkan, sebaiknya hindari melewatkan pagi tanpa mengonsumsi makanan bergizi. Percayalah, hari Anda akan lebih baik jika membiasakan diri untuk sarapan di pagi hari. Jika Anda bingung menentukan menu sarapan yang baik dan sesuai dengan kondisi tubuh Anda, jangan ragu untuk berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter gizi.

https://www.alodokter.com/manfaat-sarapan-yang-tidak-boleh-dilewatkan

PENTINGNYA SARAPAN PAGI

Selasa, 06 Oktober 2020 01:40
Halaman 2 dari 10