Puskesmas Kupang Kota

Warta Puskesmas

WASPADA DIARE SAAT KRISIS AIR

Ditulis Oleh | Rabu, 02 Desember 2020 07:48
Beri Rating
(0 votes)
WASPADA DIARE SAAT KRISIS AIR

Waspadai beberapa masalah kesehatan yang ada di lungkungan kita, salah satunya di Kota kupang dan beberapa wilayah di NTT yang sangat kekurangan sumber Air Minum dalam beberapa waktu yang lalu dikarenakan jumlah curah hujan yang berkurang setiap tahunnya. Dan menjadi salah satu penyebab Diare meningkat di wilayah perkotaan maupun pinggiran.

Jumlah penderita Diare yng datang berobat di Puskesmas Kupang Kota selama 2020 ini sampai bulan November sebanyak 92 orang dari 5 kelurahan wilayah binaan, sedangkan dari luar wilayah sebanyak 87, dibandingkan dengan 2019 sebanyak 124 kasus. Tutur pengelola Diare puskesmas Kupang Kota “Fritha M Constantina S.kep Ns”.

Adapun dari itu terjadi beberapa masalah kesehatan yang sangat penting dan sering dianggap remeh oleh masyarakat. Kemungkinannya akan muncul penyakit-penyakit berbasis air seperti Diare. Kekeringan yang berdampak pada pertaninan menjadi ancaman gagal panen berujung pada kecukupan pangan bagi masyarakat di suatu daerah. Akibat dari ketahanan pangan yang menurun ini bisa berpengaruh pada masalah gizi masyarakat.

 

Lonjakan kasus diare juga dapat hilang jika masyarakat mengolah air pembuangan. Sayangnya, masih ada daerah-daerah yang tidak mengolah sanitasinya dengan baik, atau malah masih ada daerah yang tidak memiliki cukup jamban.

Jika pengolahan air limbah dan sanitasi tidak cukup bersih, penyebab-penyebab diare akan semakin berkembang seperti:

  • Virus. Beberapa virus yang dapat menyebabkan diare termasuk virus Norwalk, cytomegalovirus, dan virus hepatitis. Sedangkan rotavirus adalah penyebab umum diare akut, terutama pada anak.
  • Bakteri dan Parasit. Makanan atau air yang terkontaminasi dapat menularkan bakteri dan parasit ke tubuh. Saat bepergian ke negara berkembang, diare yang disebabkan oleh bakteri dan parasit sering disebut dengan traveler’s diare. Clostridium difficile adalah jenis bakteri lain yang dapat menyebabkan infeksi serius yang menyebabkan diare dan dapat terjadi setelah pemberian antibiotik atau selama rawat inap.
  • Gangguan Pencernaan. Diare kronis memiliki sejumlah penyebab lain, seperti penyakit Crohn, kolitis ulserativa, penyakit seliaka, kolitis mikroskopis, dan sindrom iritasi usus.

Cegah Perkembangan Virus Penyebab Diare

 

Untuk mencegah terjangkit diare yang disebabkan virus, kamu perlu ekstra menjaga kebersihan dengan:

  • Sering-sering mencuci tangan. Cuci tangan kamu sebelum dan sesudah menyiapkan makanan. Cuci tangan setelah memegang daging mentah, menggunakan toilet, mengganti popok, bersin, batuk, dan meniup hidung.
  • Cuci tangan dengan sabun selama setidaknya 20 detik. Setelah meletakkan sabun di tangan kamu, gosokkan tangan setidaknya selama 20 detik.
  • Gunakan pembersih tangan atau hand sanitizer saat tidak memungkinkan mencuci dengan air. Gunakanhand sanitizer berbahan dasar alkohol saat kamu tidak dapat menemukan wastafel. Oleskan pembersih tangan seperti kamu mengaplikasikan losion, pastikan untuk menutupi bagian depan dan belakang kedua tangan. Gunakan produk yang mengandung setidaknya 60 persen alkohol.

Umumnya penyakit diare dapat hilang dengan cepat meski tanpa pengobatan. Untuk membantu mengatasi tanda dan gejala hingga diare hilang, cobalah untuk:

  • Minum banyak cairan bening, termasuk air, kaldu, dan jus. Hindari kafein dan alkohol. Tambahkan makanan setengah padat dan rendah serat secara bertahap saat buang air besar kembali normal. Cobalah makan biskuit, roti bakar, telur, nasi atau ayam.
  • Hindari makanan tertentu seperti produk susu, makanan berlemak, makanan berserat tinggi, atau makanan pemicu lainnya selama beberapa hari.
  • Minum obat anti-diare. Obat anti-diare biasanya dijual bebas di apotek dengan berbagai merk. Kamu juga bisa membelinya secara online melalui aplikasi Halodoc pada fitur beli obat. Jadi saat sakit diare kamu tidak perlu repot-repot pergi keluar rumah. Cukup istirahat di rumah, dan obat akan diantar ke rumah kamu.

 

Dibaca 130 Kali Terakhir Diperbaharui Rabu, 02 Desember 2020 07:55
Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

TBC Dan Resiko

TBC Dan Resiko

Indonesia masih banyak yang Read More
Seimbangkan Gizi

Seimbangkan Gizi

Gizi seimbang adalah susunan Read More
KeHaraman VS Vaksinasi

KeHaraman VS Vaksinasi

Masalah halal dan haram Read More
Posyandu Ku Posyandu Mu

Posyandu Ku Posyandu Mu

Sejarah Lahirnya Posyandu Untuk Read More
PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

Pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat Read More
Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

BIAS adalah bulan dimana Read More
Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Dalam ilmu medis, keberadaan Read More
TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang Read More
PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

Pemeriksaan jentik berkala adalah Read More
  • 1