Puskesmas Kupang Kota

Warta Puskesmas

SU MAU HUJAN OO,, ATASI DEMAM BERDARAH SEJAK DINI SEJAK JENTIK

Ditulis Oleh | Senin, 04 November 2019 04:00
Beri Rating
(1 Vote)
SU MAU HUJAN OO,, ATASI DEMAM BERDARAH SEJAK DINI SEJAK JENTIK

Pemeriksaan Jentik Berkala merupakan pemeriksaan yang pada setiap tempat-tempat penampungan air yang ada yang lebih dominan dihinggapi nyamuk sebagi sarangnya. Pemeriksaan jentik dilakukan dengan mengutamakan pemberantasan pada nyamuk demam berdarah yaitu nyamuk Aedes Aeggepty.

 

Kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB) merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai subsistem yang saling berhubungan, oleh karenanya pelaksanaan kegiatan tersebut perlu melakukan upaya peningkatan pengetahuan, sumberdaya kesehatan, perencanaan, koordinasi, supervisi dan umpan balik untuk menunjang keberhasilan pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBD) yang dilakukan oleh Petugas Surveilans Puskesmas Kupang Kota Yakni Ibu Ukayah. Skm dalam Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Dan bekerjasama dengan masyarakat.

 

Adapun dalam kegiatan tersebut, pemantauan dilakukan berkala setiap 3 bulan sekali pada setiap kelurahan dengan tujuan 100 rumah yang dipantau.  hasil PJB  triwulan 3 hasil Angka Bebas Jenik (ABJ), di  Kel. Airmata sebanyak 70%, Kel. Llbk 78%, Kel. Bonipoi 69%, Kel solor 67%, Kel. Merdeka 72%, da secara umum ABJ Puskesmas Kupang Kota 71%  yang meningkat dibandingkan triwulan 2 yakni 61%, dan pencapaian belum memenuhi target yakni seharusnya 95%. Tutur ibu Ukayah, SKM

 

Target yang masih dibawah dikarenakan Masalah masyarakat cepat membuang Abate saat bak atau tempat penampungan air dikuras, adapun juga yg tidak mau di beri Abate pada tempat penampungan air dengan alasan bau yang tidak sedap, dan ada juga  oknum yg menjual abate yang tidak sesuai dan mengaku dari dinas kesehatan setempat.

 

Pentingnya pemantauan jentik berkala ini berpengaruh pada penyakit DBD yang sering terjadi di masyarakat, dalam kurung waktu 2019 ini pada wilayah kerja Puskesmas Kupang Kota   sudah terdata sebanyak 17 pasien kasus DBD, dan 1 anak yang meninggal , diharapkan partisipasi masyarakat dalam memberatas DBD berawal dari jentik dengan cara Abatesasi dan 3M+.

Dibaca 515 Kali Terakhir Diperbaharui Senin, 04 November 2019 04:29
Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

Pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat Read More
Posyandu Ku Posyandu Mu

Posyandu Ku Posyandu Mu

Sejarah Lahirnya Posyandu Untuk Read More
TBC Dan Resiko

TBC Dan Resiko

Indonesia masih banyak yang Read More
PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

Pemeriksaan jentik berkala adalah Read More
KeHaraman VS Vaksinasi

KeHaraman VS Vaksinasi

Masalah halal dan haram Read More
Seimbangkan Gizi

Seimbangkan Gizi

Gizi seimbang adalah susunan Read More
Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Dalam ilmu medis, keberadaan Read More
Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

BIAS adalah bulan dimana Read More
TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang Read More
  • 1