Print this page

KENALI DAN WASPADAI KELINAN PAYUDARA IBU MENYUSUI

Ditulis Oleh | Selasa, 14 September 2021 04:27
Beri Rating
(0 votes)
KENALI DAN WASPADAI KELINAN PAYUDARA IBU MENYUSUI

Bagian tubuh yang penting untuk menegaskan fitur khas wanita ini sejatinya berfungsi untuk memberi makan bayi. Sayangnya, ada beberapa hal yang membuat fungsinya jadi terganggu.

 Beberapa kelainan tersebut ada yang bersifat bawaan sehingga tidak begitu berbahaya, namun ada juga diakibatkan oleh gangguan yang bisa berakibat fatal. Mengenali kelainan ini akan sangat membantu para wanita waspada terhadap berbagai kemungkinan yang bisa terjadi.

 

Jenis Payudara Pada dasarnya payudara wanita terbagi dalam tiga jenis:

1. Payudara bentuk normal di mana keseluruhan puting keluar melebihi permukaan areola. Kondisi puting akan berlangsung seperti itu baik dalam keadaan normal maupun saat terangsang sacara seksual maupun akibat rangsang dingin.

2.Puting datar dan tidak berubah bentuk meski telah dilakukan penekanan daerah areola sekitar 2 cm di luar puting (pinch test).

3.Payudara dengan puting tertarik ke dalam atau mencekung (inverted nipple) ketika dilakukan pinch test.

 

Kondisi puting jenis kedua dan ketiga tergolong tidak normal. Kedua jenis puting tersebut terbagi menjadi beberapa bentuk, seperti:

Dimpled: Bentuk puting dimpled terlihat keluar sebagian tapi masih bisa ditarik keluar meski tidak bisa bertahan lama.

Unilateral: Bentuk puting jenis ini hanya satu sisi payudara saja yang memiliki puting melesak ke dalam.

kelainan-kelainan tersebut antara lain:

1. Puting Rata atau Tenggelam
Terkadang dijumpai wanita yang puting payudaranya tidak menonjol, melainkan rata atau malah melesak ke dalam. Anomali ini disebut dengan Inverted Nipple dan merupakan bawaan sejak lahir, jadi bukan merupakan gejala dari penyakit tertentu. Masalah yang ditimbulkan adalah seringkali pemiliknya jadi merasa minder. Dampak yang paling menyebalkan adalah membuat proses menyusui bayi jadi merepotkan. Apabila puting awalnya normal lalu tiba-tiba rata atau melesak ke dalam, ini yang bisa jadi merupakan pertanda kanker.

2. Nipple Discharge
Keluarnya cairan yang abnormal dari salah satu atau kedua puting payudara disebut dengan Nipple Discharge. Gangguan ini jarang terjadi pada wanita yang belum pernah hamil. Kemungkinannya meningkat seiring usia kehamilan. Keluarnya cairan juga bisa disebabkan oleh beberapa penyakit, terutama jika disertai dengan perubahan lain pada salah satu atau kedua payudara. Terkadang ditemukan darah atau nanah cairan yang keluar. Apabila hal ini terjadi, segera periksa ke dokter.

3. Saluran Susu Tersumbat
Ketika saluran susu di bawah puting membesar, dinding saluran menebal dan saluran terisi dengan cairan. Saluran susu kemudian tersumbat dengan zat yang kental dan lengket. Gangguan ini disebut dengan mammary duct ectasia dan tidak berisiko menyebabkan kanker payudara. Mammary duct ectasia paling sering dialami wanita berusia 40 - 50-an tahun dan tidak menampakkan gejala. Jika ada, gejalanya berupa puting berubah warna menjadi berwarna kehijauan, hitam, atau putih kotor, jaringan payudara di sekitarnya menjadi lembut dan berwarna kemerahan, serta terdapat benjolan atau penebalan

4. Infeksi Mastitis
Mastitis adalah infeksi pada jaringan payudara yang menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kemerahan pada payudara. Biasanya gejalanya disertai dengan demam dan menggigil. Gangguan ini paling sering menyerang wanita yang sedang menyusui. Penyebabnya adalah bakteri memasuki payudara melalui kulit puting susu yang retak atau melalui lubang bukaan saluran susu pada puting susu. Bakteri pada permukaan kulit dan mulut bayi memasuki saluran susu dan berkembang biak, sehingga menyebabkan nyeri dan bengkak.

5. Penyakit Paget
Kebanyakan penyakit ini awalnya menyerang puting lalu menyebar ke areola atau area berwarna gelap di sekitar puting dan area lain di sekitar payudara. Sekilas, penyakit ini terlihat seperti eksim, lecet-lecet, berwarna merah kasar dan gatal. Meskipun jarang, penyakit ini bisa ditemukan di kedua payudara. Yang mengkhawatirkan, umumnya penyakit ini kemudian berkembang menjadi kanker payudara. Oleh karena itu, apabila menemui penyakit ini, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan mamogram.

6. Paresthesia
Paresthesia merupakan sensasi terbakar, menusuk, gatal atau kesemutan di payudara, termasuk puting. Sayangnya, penyebab kelainan ini masih belum diketahui dengan jelas. Para ahli percaya bahwa gangguan ini disebabkan oleh penyakit-penyakit tertentu seperti malnutrisi, trauma fisik, penyakit jaringan ikat, infeksi, hingga keracunan logam berat seperti merkuri, timbal dan arsen.

7. Nyeri Akibat Menyusui dan Salah Berbusana
Nyeri pada puting payudara bisa disebabkan oleh berbagai sebab. Pada saat awal menyusui bayi, nyeri bisa dipicu oleh regangan yang dialami puting karena isapan bayi dan bersifat sementara.

Rasa nyeri juga bisa disebabkan oleh posisi yang salah saat menyusui, pelepasan puting secara mendadak oleh bayi, atau penggunaan alat pompa ASI yang tidak tepat. Nyeri juga bisa muncul akibat penggunaan bra yang kurang baik.

Dibaca 30 Kali Terakhir Diperbaharui Selasa, 14 September 2021 04:56
Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

BIAS adalah bulan dimana Read More
Posyandu Ku Posyandu Mu

Posyandu Ku Posyandu Mu

Sejarah Lahirnya Posyandu Untuk Read More
Seimbangkan Gizi

Seimbangkan Gizi

Gizi seimbang adalah susunan Read More
PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

Pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat Read More
TBC Dan Resiko

TBC Dan Resiko

Indonesia masih banyak yang Read More
KeHaraman VS Vaksinasi

KeHaraman VS Vaksinasi

Masalah halal dan haram Read More
Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Dalam ilmu medis, keberadaan Read More
TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang Read More
PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

Pemeriksaan jentik berkala adalah Read More
  • 1