Puskesmas Kupang Kota

Info Kesehatan

WASPADA ANGKA KEMATIAN IBU & ANGKA KEMATIAN ANAK

Ditulis Oleh | Jumat, 05 November 2021 03:07
Beri Rating
(0 votes)
WASPADA ANGKA KEMATIAN IBU & ANGKA KEMATIAN ANAK

Gencarnya Menurunkan Angka Kematian IBu  dan Anak baru lahir sebagai salah satu indikator kunci di dalam target pencapaian pembangunan berkelanjutan, merupakan upaya yang sangat berat dan hingga kini masih belum memenuhi harapan kita semua.

 

Berbagai upaya sudah dilakukan, sejumlah dana juga sudah digelontorkan, semua potensi dikerahkan, namun tetap saja target yang ditetapkan tidak kunjung tercapai. Tampaknya masalah nasional ini memerlukan kajian ulang dan mendalam, untuk mempelajari faktor-faktor apa saja yang menyebabkan kasus kematian ibu hamil-melahirkan dan bayi tidak bisa diturunkan secara bermakna. Sekaligus mencari peluang kekuatan apa saja yang ada dimasyarakat yang bisa dimanfaatkan untuk mempercepat proses penurunan angka kematian tersebut.

Adapun beberapa factor penyebab utama yakni 4T, yang mana sudah lama di informasikan ke masyarakat.

  1. Terlalu muda saat melahirkan.
    Perkawinan anak yang diikuti oleh kehamilan beresiko tinggi terhadap kesehatan ibu dan bayi. Kemungkinan melahirkan bayi prematur atau stunting serta pendarahan saat melahirkan sangat besar. Jadi sebaiknya cegah perkawinan anak. Terlalu tua saat melahirkan anak pertama.
    Melahirkan anak pertama saat usia sudah di atas 40 tahun termasuk beresiko tinggi. Dikhawatirkan kondisi fisik ibu sudah mengalami penurunan karena beberapa penyakit seperti darah tinggi, asam urat, dll. 3. Terlalu sering melahirkan.
    Seorang perempuan yang terlalu sering melahirkan mempunyai resiko yg lebih tinggi saat melahirkan. Misalnya janin meninggal di dalam kandungan, pendarahan, dll. 4. Terlalu dekat jarak waktu melahirkan.
    Seorang ibu yg jarak waktu melahirkannya terlalu dekat sangat membahayakan keselamatan ibu dan bayi. Terlebih lagi jika melahirkan dengan operasi cesar, kemungkinan terjadi pendarahan sangat tinggi.

 

 

 

                  Masyarakat memiliki seperangkat nilai budaya sebagai acuan bertindak dan berinteraksi dengan sesama manusia, lingkungan alam dan pemilik kekuatan spiritual. Kelahiran bagi masyarakat di perdesaan dan perkotaan merupakan bagian dari siklus kehidupan yang selalu menjadi peristiwa yang sangat penting. Siklus kehidupan yang dikenal oleh suku bangsa di Indonesia biasa disebut sebagai tahap-tahap kehidupan. Tahapannya dimulai dari kelahiran, lepasnya tali pusat bayi, bayi mulai bisa berjalan atau turun ke tanah, anak laki-laki disunat, menstruasi pertama untuk anak perempuan, pertunangan, perkawinan, kehamilan dan kematian, demikian seterusnya siklus itu seperti layaknya roda berputar. Ada suku bangsa yang lebih detail lagi melakukan ritual sebagai tanda dalam setiap tahapan peralihan kehidupan manusia. Masing-masing suku bangsa bisa berbeda-beda dalam membuat tanda bagi peralihan pada siklus hidup manusia.

 

Namun secara garis besar, paling tidak ada empat tahap peralihan di dalam siklus kehidupan manusia yang berada pada situasi yang sangat kritis secara sosial maupun kritis secara biologis. Tahapan itu adalah : perkawinan, kehamilan, kelahiran dan berakhir kematian. Kelahiran dianggap penting karena pada saat itu ada risiko kematian bagi si ibu dan si bayi. Itulah sebabnya masyarakat selalu memberi perhatian besar pada peristiwa kelahiran. Pada dasarnya keluarga dan masyarakat mengharapkan si ibu dan si bayi semuanya sehat dan selamat. Bentuk perhatian terhadap proses kelahiran dan bayi yang baru dilahirkan diwujudkan dalam bentuk upacara-upacara yang beragam.

Budaya yang masih hidup dan tumbuh di masyarakat dalam konteks pembangunan merupakan modal sosial yang tidak ternilai harganya. Karena bisa dioptimalkan untuk menunjang program pembangunan termasuk pembangunan kesehatan. Namun ada juga budaya yang menurut kacamata aparatus kesehatan justru membahayakan atau berisiko menimbulkan kematian atau kesakitan. Contohnya : memotong tali pusat dengan bilah bambu. Atau memberi makanan yang dilumatkan oleh mulut seorang nenek kepada bayi. Atau membiarkan ibu bekerja di ladang meskipun usia kehamilannya sudah mendekati kelahiran.

Oleh sebab itu maka harus dilakukan kajian terhadap budaya masyarakat yang mampu melindungi ibu hamil-melahirkan dan bayi dari ancaman kematian serta yang bisa membahayakan kesehatan ibu dan anak.

                  Seringkali kita mendengar bahwa keputusan untuk memilih layanan kesehatan untuk pemeriksaan kehamilan dan persalinan sangat tergantung kepada sistem kekerabatan yang mengacu kepada tata aturan di dalam keluarga tentang siapa yang berwenang mengambil keputusan. Demikian dominannya pengambil keputusan di dalam keluarga, sehingga persoalan krisispun harus meminta restu kepada yang berwenang itu. Proses pengambilan keputusan yang paternalistik ini seringkali memperlambat penanganan ibu dan bayi yang menghadapi risiko kematian, sehingga terjadilah yang dikenal dengan terlambat mendapatkan penanganan kegawatdaruratan kehamilan atau persalinan.

 

              Apabila hal tersebut di atas dilaksanakan maka dengan mudah kita dapat mengidentifikasi akar penyebab, mengapa kematian ibu dan bayi terus terjadi. Dan jika kita mengetahui akar penyebabnya, maka dengan mudah kita merumuskan solusi mengatasi masalahnya.

 

Dibaca 138 Kali Terakhir Diperbaharui Jumat, 05 November 2021 03:24
Hans Mandala

puskkk.dinkes-kotakupang.web.id | Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Artikel Lainnya

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

TAK CUKUP ANAK ASAL KENYANG

Yang penting anak kenyang Read More
Posyandu Ku Posyandu Mu

Posyandu Ku Posyandu Mu

Sejarah Lahirnya Posyandu Untuk Read More
Seimbangkan Gizi

Seimbangkan Gizi

Gizi seimbang adalah susunan Read More
PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

PEMANTAUAN JENTIK BERKALA

Pemeriksaan jentik berkala adalah Read More
Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Gula Darah Tinggi vs Gula Darah Rendah

Dalam ilmu medis, keberadaan Read More
PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

PUSKESMAS KUPANG KOTA RAMAH ANAK

Pelayanan Puskesmas terhadap masyarakat Read More
KeHaraman VS Vaksinasi

KeHaraman VS Vaksinasi

Masalah halal dan haram Read More
TBC Dan Resiko

TBC Dan Resiko

Indonesia masih banyak yang Read More
Bulan Imunisasi Anak Sekolah

Bulan Imunisasi Anak Sekolah

BIAS adalah bulan dimana Read More
  • 1