Pemberian Obat Cacing merupakan salah satu Program Rutin pada Puskesmas Kupang Kota, yang Ruang lingkupnya kepada semua Posyandu Balita dan Sekolah-Sekolah yang berada dalam wilayah kerja Puskesmas Kupang Kota, Yakni 18 Posyandu balita, SD 10 dan TK 7.

pemberian obat cacing pada salah satu TK di wilayah kerja oleh Petugas.

 

Cacing merupakan parasit atau organisme yang hidup pada organisme lain. Cacing yang ada dalam tubuh manusia akan merampas zat makanan dari tubuh yang dijadikan tempat tinggalnya. Jika hal ini terjadi pada anak-anak, akan mengganggu pertumbuhan dan menurunkan daya tahan tubuh, anak menjadi lemas, lesu, pucat.

Pemberian obat cacing pada anak diatas 1 tahun hanya mendapatkan albendazole sebanyak ½ butir sedangkan anak diatas 2 tahun mendapatkan 1 butir Albendazole.

Pemberian obat cacing ini hanya dilakukan apabila anak sehat, tidak demam ataupun sakit, anak sudah sarapan pagi dan hanya dilakukan oleh petugas puskesmas atau kader kesehatan yang sudah terlatih dan tidak bisa dibawa pulang.

 

Pemberian Obat Cacing Sirup oleh Kader Posyandu balita Pada salah satu Posyandu Dwilayah kerja Puskesmas Kupang Kota,

 

Pemberian obat cacing dilakukan hanya pada anak yang sudah diatas 1 tahun.

Obat cacing bernama albendazole ini berikan dengan tujuan:

  1. Dapat mengoptimalkan penyerapan karobohidrat, protein, vitamin A dan zat besi sehingga meningkatkan kualitas hidup, status gizi dan perkembangan anak.

 

Seorang anak yang mempunyai cacing di dalam tubuhnya akan menghambat penyeraa nutris dalam tubuhnya sehingga nutrisi tidak sempurna diserap. Hal ini dapat berdampak buruk pada kesehatan seperti defisiensi zat besi, anak kurang gizi, bahkan tumbuh kembang anak menjadi lambat bahkan terlambat.

 

  1. Mengurangi Stunting pada anak

Kondisi stunting ini merupakan hal yang lagi perlu jadi perhatian kita yang ditandai dengan pertumbuhan tinggi anak yang tidak sesuai dengan usianya.

 

  1. Membunuh berbagai jenis cacing baik dari telur, larva dan cacing

Sedangkan obat cacing Diethyl Carbamazine Citrat atau yang lebih dikenal dengan DEC ini diberikan pada anak usia 2 tahun keatas dengan tujuan mencegah dan membasmi penyakit kaki gajah (Eliminasi Filiaris).

 

Kaki gajah ini disebabkan oleh cacing nematode yang merupakan salah satu penyakit endemi tinggi di Indonesia. Dengan pemberian obat ini maka dapat membersihkan cacing di darah dan bahkan mencegah penyebaran pada orang lain.

 

Obat Cacing ini biasanya bisa kita dapatkan pada:

  1. Untuk anak usia 12 bulan sampai 59 bulan bisa diterima di puskesmas atau posyandu dengan pemberian yang dikombinasikan dengan vitamin A.
  2. Untuk anak usia 6 sampai 12 tahun bisa didapatkan di UKS atau biasa didapatkan disekolah.

 

 

Dipublikasi pada : Warta
Jumat, 29 Mei 2020 05:52

VIRUS CORONA & SELA DALAM TUBUH

Peneliti dari Institut Teknologi Massachusetts mengklaim telah mengidentifikasi jenis sel tertentu yang diduga menjadi target dari virus corona SARS-CoV-2 (Covid-19). Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa virus Covid-19 menyerang sel paru-paru, saluran hidung, dan usus.

 

Para peneliti menggunakan data yang ada pada RNA yang ditemukan di berbagai jenis sel untuk mencari sel yang mengekspresikan dua protein yang membantu virus Covid-19 memasuki sel manusia.

 

Mereka menemukan himpunan bagian sel di paru-paru, saluran hidung, dan usus yang mengekspresikan RNA untuk kedua protein itu jauh lebih banyak daripada sel lain.

 

 

Melansir Science Daily, para peneliti berharap bahwa temuan mereka akan membantu membimbing para ilmuwan yang bekerja mengembangkan perawatan obat baru atau menguji obat yang sudah ada yang dapat digunakan kembali untuk mengobati Covid-19.

 

"Tujuan kami adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat dan untuk berbagi data secepat mungkin secara manusiawi, sehingga kami dapat membantu mempercepat upaya yang sedang berlangsung dalam komunitas ilmiah dan medis," kata Alex K. Shalek, anggota inti Institut MIT untuk Teknik Medis dan Ilmu Pengetahuan (IMES).

 

Para peneliti menyampaikan menemukan bahwa protein 'lonjakan' virus berkaitan dengan reseptor pada sel manusia yang dikenal sebagai enzim pengubah angiotensin 2 (ACE2).

 

Protein manusia lain, enzim yang disebut TMPRSS2 membantu mengaktifkan protein lonjakan virus corona untuk memungkinkan masuknya sel.  Pengikatan dan aktivasi gabungan memungkinkan virus masuk ke sel inang.

 

"Segera setelah menyadari bahwa peran protein-protein ini telah dikonfirmasi secara biokimia, kami mulai mencari untuk melihat di mana gen-gen itu ada dalam kumpulan data yang ada. Kami benar-benar dalam posisi yang baik untuk mulai menyelidiki sel mana yang mungkin menjadi target virus ini," kata Jose Ordovas-Montanes, peneliti Laboratorium Rumah Sakit Anak Boston.

 

Laboratorium tempat Shalek meneliti dan banyak laboratorium lain di seluruh dunia telah melakukan penelitian berskala besar terhadap puluhan ribu sel manusia, primata, dan sel tikus, di mana mereka menggunakan teknologi sekuensing RNA sel tunggal untuk menentukan gen mana yang dihidupkan dalam suatu  jenis sel yang diberikan. 

 

Sejak tahun lalu, Nyquist telah membangun basis data dengan mitra di Broad Institute untuk menyimpan koleksi besar kumpulan data ini di satu tempat, memungkinkan para peneliti untuk mempelajari peran potensial sel-sel tertentu dalam berbagai penyakit menular.

 

Kumpulan data yang digunakan tim MIT untuk penelitian ini mencakup ratusan jenis sel dari paru-paru, saluran hidung, dan usus. Para peneliti memilih organ-organ itu untuk studi Covid-19 karena bukti sebelumnya mengindikasikan bahwa virus dapat menginfeksi masing-masing organ itu.

 

Lihat juga:Peneliti China Beberkan 30 Mutasi Baru Virus Corona

Mereka kemudian membandingkan hasilnya dengan jenis sel dari organ yang tidak terpengaruh virus.

 

"Karena memiliki gudang informasi yang luar biasa, kami dapat mulai melihat apa yang mungkin menjadi sel target untuk infeksi. Meskipun kumpulan data ini tidak dirancang khusus untuk mempelajari Covid-19, semoga ini memberi kita lompatan awal dalam mengidentifikasi beberapa hal yang mungkin relevan di sana," kata Shalek. 

 

Dalam saluran hidung, para peneliti menemukan bahwa sel sekretori yang menghasilkan lendir mengekspresikan RNA untuk kedua protein yang digunakan Covid-19 untuk menginfeksi sel. Di paru-paru, mereka menemukan RNA untuk protein ini terutama dalam sel yang disebut pneumosit tipe II.

 

Sel-sel ini melapisi alveoli (kantung udara) paru-paru dan bertanggung jawab untuk menjaga mereka tetap terbuka.

 

Di usus, mereka menemukan bahwa sel-sel yang disebut absorptive enterocytes  yang bertanggung jawab untuk penyerapan beberapa nutrisi mengekspresikan RNA untuk dua protein ini lebih dari jenis sel usus lainnya.

 

"Ini mungkin bukan cerita lengkapnya, tetapi jelas menggambarkan gambaran yang jauh lebih tepat. Sekarang kita dapat mengatakan dengan tingkat keyakinan tertentu bahwa reseptor ini diekspresikan pada sel-sel spesifik ini dalam jaringan ini," ujar Ordovas-Montanes.

 

Di sisi lain, para peneliti juga melihat fenomena mengejutkan, yakni ekspresi gen ACE2 tampaknya berkorelasi dengan aktivasi gen yang diketahui dihidupkan oleh interferon, protein yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap infeksi virus. 

 

Untuk mengeksplorasi itu lebih lanjut, para peneliti melakukan percobaan baru di mana mereka memperlakukan sel-sel yang melapisi saluran napas dengan interferon dan menemukan bahwa perawatan tersebut memang menghidupkan gen ACE2.

 

Interferon membantu melawan infeksi dengan mengganggu replikasi virus dan membantu mengaktifkan sel-sel kekebalan tubuh. Inferon juga menyalakan seperangkat gen khusus yang membantu sel melawan infeksi.

 

Studi sebelumnya telah menyarankan bahwa ACE2 berperan dalam membantu sel-sel paru untuk mentolerir kerusakan, tetapi ini adalah pertama kalinya ACE2 dihubungkan dengan respon interferon.

 

Temuan ini menunjukkan bahwa Covid-19 mungkin telah berevolusi untuk mengambil keuntungan dari pertahanan alami sel inang, membajak beberapa protein untuk digunakan sendiri.

 

"Ini bukan satu-satunya contoh dari itu. Ada contoh lain dari coronavirus dan virus lain yang benar-benar menargetkan gen yang distimulasi interferon sebagai cara untuk masuk ke dalam sel. Dalam beberapa hal, ini adalah respons host yang paling dapat diandalkan," kata Ordovas-Montanes. 

 

Karena memiliki begitu banyak efek menguntungkan terhadap infeksi virus, para peneliti menjelaskan inferon kadang digunakan untuk mengobati infeksi seperti hepatitis B dan hepatitis C. Temuan tim MIT menunjukkan bahwa peran potensial interferon dalam memerangi Covid-19 mungkin kompleks. 

 

Di satu sisi, itu dapat merangsang gen yang melawan infeksi atau membantu sel bertahan dari kerusakan, tetapi di sisi lain dapat memberikan target tambahan yang membantu virus menginfeksi lebih banyak sel.

 

"Sulit untuk membuat kesimpulan luas tentang peran interferon terhadap virus ini. Satu-satunya cara kita akan mulai memahami itu adalah melalui uji klinis yang terkontrol dengan hati-hati," kata Shalek. 

 

"Apa yang kami coba lakukan adalah menaruh informasi di sana, karena ada begitu banyak tanggapan klinis yang cepat dibuat orang. Kami berusaha membuat mereka sadar akan hal-hal yang mungkin relevan," ujarnya.

 

Lihat juga:Ahli Epidemiologi Desak Buka Data Angka Penularan Corona RI

Melansir New York Post, para ilmuwan mengetahui bahwa protein 'lonjakan' virus berkaitan dengan reseptor tertentu pada sel manusia yang disebut angiotensin-converting enzyme 2 atau ACE2. Protein lain, enzim yang disebut TMPRSS2 membantu mengaktifkan protein lonjakan Covid-19 yang memungkinkannya masuk ke dalam sel.

 

Pengikatan dan aktivasi gabungan memungkinkan virus untuk masuk ke sel host. Para ilmuwan kemudian hanya perlu menemukan sel-sel spesifik yang mengekspresikan protein ini yang membuatnya lebih rentan terhadap infeksi.

 

"Sekarang kita dapat mengatakan dengan tingkat keyakinan tertentu bahwa reseptor ini diekspresikan pada sel-sel spesifik ini dalam jaringan ini."

 

Para peneliti berharap temuan mereka akan membantu para ilmuwan yang bekerja pada pengembangan perawatan atau bagi mereka yang menguji obat yang ada yang dapat digunakan kembali untuk Covid-19.

Copy by
https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200423162350-199-496640/ilmuwan-ungkap-sel-di-dalam-tubuh-yang-diserang-virus-corona

Dipublikasi pada : Info Sehat
Jumat, 29 Mei 2020 05:48

MENGENAL PROTEIN LEBIH DEKAT

Ada beragam fungsi protein bagi tubuh, mulai dari sumber energi¸ membentuk berbagai enzim dan hormon, hingga mendukung sistem kekebalan tubuh. Maka dari itu, memastikan kebutuhan protein harian sudah tercukupi dengan baik adalah hal yang penting.

 

Sama seperti lemak dan karbohidrat, protein merupakan salah satu nutrisi yang dibutuhkan tubuh dalam jumlah besar. Ketika Anda mengonsumsi makanan yang mengandung protein, sistem pencernaan akan memecah protein menjadi asam amino yang dibutuhkan hampir di seluruh bagian tubuh.

 

Sebagian asam amino dapat diproduksi sendiri oleh tubuh, namun sebagian lain hanya bisa didapatkan dari makanan. Oleh karena itu, tubuh tetap memerlukan tambahan protein dari makanan yang dikonsumsi agar fungsi protein dalam tubuh dapat berjalan secara optimal.

Berbagai Fungsi Protein

 

Berikut ini adalah berbagai manfaat dan fungsi protein bagi tubuh, yaitu:

  1. Sebagai sumber energi

 

Protein merupakan salah satu sumber energi yang penting bagi tubuh selain lemak dan karbohidrat. Sama dengan karbohidrat, protein mengandung 4 kalori per gram-nya, sedangkan lemak memasok energi lebih banyak, yakni 9 kalori/gram.

 

Dalam pengolahan makanan untuk sumber energi, tubuh akan menggunakan karbohidrat dan lemak terlebih dahulu. Sementara itu,  protein akan disimpan sebagai cadangan dan digunakan ketika tubuh benar-benar membutuhkannya, misalnya saat Anda berpuasa hingga 18–48 jam tanpa asupan makanan.

 

Kekurangan protein dalam jangka panjang bisa menyebabkan kwashiorkor dan malnutrisi energi protein.

  1. Membangun dan memperbaiki jaringan tubuh

 

Protein adalah “batu bata” yang berperan besar dalam menyusun hampir semua bagian tubuh kita, misalnya otot dan tulang, jantung, paru-paru, otak, kulit dan rambut. Tidak hanya itu, protein juga bertanggung jawab untuk memelihara dan mengganti jaringan di tubuh yang telah rusak.

 

Dalam kondisi normal, jumlah protein yang digunakan untuk membangun dan memperbaiki jaringan tubuh akan sama setiap harinya. Namun, ada beberapa kondisi yang menyebabkan tubuh membutuhkan lebih banyak protein, yaitu ketika ada pertumbuhan jaringan baru atau ketika pemecahan protein terjadi lebih banyak, misalnya pada ibu hamil, ibu menyusui, atau pada orang yang sedang sakit.

  1. Membentuk antibodi

 

Protein membantu tubuh membentuk imunoglobulin yang biasa dikenal sebagai antibodi. Antibodi berperan penting untuk melawan infeksi bakteri atau virus. Selain itu, antibodi juga membantu tubuh untuk mencegah terjadinya penyakit dari bakteri atau virus yang sama di kemudian hari.

 

Setelah tubuh Anda menghasilkan antibodi terhadap bakteri atau virus tertentu, sel-sel imun dalam tubuh tidak akan pernah lupa cara memproduksinya kembali. Jadi, jika nantinya bakteri atau virus tersebut menyerang kembali, tubuh Anda akan bisa melawannya dengan lebih cepat.

  1. Membentuk enzim dan hormon

 

Enzim merupakan jenis protein yang ditemukan di dalam sel. Enzim bertanggung jawab terhadap banyak sekali reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh, misalnya untuk kontraksi otot, menghancurkan racun, dan mencerna makanan.

 

Selain enzim, protein juga membentuk sebagian besar hormon pada tubuh. Hormon bertugas untuk mengirimkan sinyal dan mengatur proses biologis antara sel, jaringan, dan organ. Contohnya adalah hormon insulin yang mengirim sinyal dan mengatur proses masuknya gula ke dalam sel tubuh.

 

Selain fungsi-fungsi di atas, masih banyak fungsi protein lain yang sangat dibutuhkan tubuh, misalnya menyeimbangkan pH dan jumlah cairan dalam darah, menyimpan cadangan nutrisi tubuh, dan menjadi alat transportasi bagi senyawa-senyawa kimia untuk melewati aliran darah serta masuk atau keluar sel tubuh.

Cara Mendukung Fungsi Protein

 

Agar fungsi protein dapat berjalan dengan baik, asupan protein pun harus memadai. Kebutuhan protein pada umumnya adalah 1,2–1,5 gram/kgBB/hari. Jadi jika berat badan (BB) seseorang adalah 50 kg, ia membutuhkan sekitar 60–75 gram protein per harinya.

 

Namun untuk memudahkan, Anda bisa mengikuti acuan asupan protein sesuai usia seperti berikut:

 

    Balita: 10 gram per hari

    Anak usia sekolah (6–12 tahun): 19–34 gram per hari

    Remaja pria: 52 gram per hari

    Remaja wanita: 46 gram per hari

    Pria dewasa: 56 gram per hari

    Wanita dewasa: 46 gram per hari

 

Seperti yang telah dijelaskan di atas. Kondisi tertentu dapat membuat kebutuhan protein jadi meningkat. Pada wanita yang sedang hamil atau menyusui, asupan protein perlu ditingkatkan hingga 70 gram dalam sehari.

Sumber Protein yang Disarankan

 

Untuk mendapatkan asupan protein yang cukup, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan tinggi protein, baik dari sumber nabati maupun hewani. Contoh sumber protein hewani adalah aneka jenis seafood yang juga kaya akan omega 3 dan 6, daging ayam tanpa lemak, telur, dan daging sapi tanpa lemak.

 

Sumber protein lain seperti kedelai, kacang polong, hingga produk olahan susu seperti keju dan yoghurt juga dapat menjadi pilihan agar fungsi protein dapat bekerja secara maksimal.

 

Fungsi protein bagi tubuh sangat penting untuk dijaga agar fungsi tubuh secara keseluruhan bisa berjalan dengan baik pula. Caranya adalah dengan memenuhi asupan protein harian. Namun ingat, konsumsi protein berlebihan juga tidak disarankan karena bisa saja menimbulkan efek samping.

 

Jika Anda memiliki kesulitan dalam memenuhi kebutuhan protein harian, misalnya karena adanya alergi terhadap beberapa makanan yang mengandung protein, Anda bisa berkonsultasi mengenai asupan alternatif ke dokter atau ahli gizi.

Copy by:

https://www.alodokter.com/fungsi-protein-penting-mendukung-tubuh-siap-beraktivitas

Dipublikasi pada : Info Sehat

Banyak orang yang sering menghangatkan makanan kembali saat ingin makan. Namun, memanaskan sayur bayam bisa berhaya bagi tubuh. Ini kata pakar gizi!

Dipublikasi pada : Info Sehat

 

 

Dipublikasi pada : Warta
Jumat, 20 Maret 2020 01:31

IMUN KUAT TUBUH KUAT HADAPI VIRUS

Sejak awal munculnya kasus virus corona, imbauan untuk rajin mencuci tangan dan menjaga imunitas tubuh. Cara ini mungkin dianggap sepele dan sedikit tak menenangkan.

Dipublikasi pada : Info Sehat
Jumat, 20 Maret 2020 01:26

MINYAK ZAITUN TEKAN RESIKO JANTUNG

Salah satu poin inti dari diet Mediterania adalah penggunaan minyak zaitun dalam menu makan harian. Studi terbaru menunjukkan, asupan minyak zaitun dapat menurunkan risiko kardiovaskular.

 

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association pada Rabu (4/3) itu menegaskan manfaat konsumsi minyak zaitun untuk tubuh. Mengganti 5 gram margarin, butter, atau mayones dengan minyak zaitun dalam jumlah yang sama dapat menurunkan risiko penyakit arteri koroner hingga 7 persen.

 

"Jangan menambahkan minyak zaitun ke menu makan harian Anda, tapi ganti," ujar penulis studi sekaligus ahli nutrisi Harvard T.H Chan School of Public Health, Frank Hu, melansir CNN.

Yang perlu dicatat adalah bahwa Anda perlu mengganti asupan lemak tak jenuh--yang umumnya terdapat dalam jenis minyak lainnya--dengan minyak zaitun. Minyak zaitun dipercaya dapat meningkatkan kadar kolesterol baik, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan jantung.

 

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan, asupan minyak zaitun lebih dari 7 gram atau setengah sendok makan sehari dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah sebesar 15 persen. Namun, penggunaan minyak zaitun tampaknya tak berdampak pada risiko stroke.

 

Sebelumnya, sebuah studi besar terhadap lebih dari 7 ribu orang pada 2013 lalu menemukan bahwa konsep diet Mediterania dikombinasikan dengan asupan minyak zaitun ekstra virgin selama 5 tahun dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih rendah sebesar 30 persen.

Selain itu, asupan minyak zaitun juga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif dan membantu mengendalikan berat badan. Sebuah penelitian di Australia pada 2018 menemukan, minyak zaitun ekstra virgin lebih stabil secara kimiawi pada suhu tinggi daripada minyak goreng lainnya. Minyak canola disebut sebagai yang paling tidak stabil dan dapat menciptakan senyawa berbahaya dua kali lebih banyak daripada minyak zaitun ekstra virgin. "Mari kita bicara tentang perubahan dalam pola makan," kata Hu. Alih-alih menggunakan mentega untuk roti, lanjut dia, lebih baik celupkan roti ke dalam minyak zaitun. Atau, Anda juga bisa menggunakan campuran minyak zaitun dan cuka sebagai teman menikmati salad. "Perubahan kecil ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang,"

Seperti dilansir https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200306140056-255-481103/minyak-zaitun-dalam-menu-harian-tekan-risiko-penyakit-jantung

Dipublikasi pada : Info Sehat

Menjadi seorang ibu tak mudah. Sama sulitnya dengan menjadi seorang wanita hamil. Sebab pada fase ini wanita rawan kehilangan janin dan nyawanya sendiri. Data statistik memperlihatkan kenyataan bahwa  kehamilan yang sehat mencapai persentase 80% hingga 90%. Selebihnya, merupakan porsi kehamilan resiko tinggi. Apa yang dimaksud kehamilan dengan resiko tinggi tersebut?

Dipublikasi pada : Warta

 

Sejak Indonesia meraih kemerdekaan 72 tahun lalu, perkembangan dunia kesehatan di Indonesia semakin membaik. Hal tersebut terbukti dari banyaknya inovasi dunia kesehatan yang diciptakan, untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.

Namun meski perkembangannya cukup pesat, negara ini masih dilanda beberapa masalah kesehatan yang terus meningkat. Masalah-masalah ini masih menjadi beban dan tantangan utama di dunia kesehatan Indonesia. Berikut beberapa masalah dan tantangan di dunia kesehatan Indonesia, serta strategi pemerintah dalam mengatasinya!

Dipublikasi pada : Info Sehat
Sabtu, 28 Juli 2018 02:42

SERAT TERBUKTI TURUNKAN KOLESTEROL

Serat lebih dikenal masyarakat sebagai pelangsing tubuh.  Beberapa produk minuman juga mempromosikan demikian.  Padahal manfaat serat bagi kesehatan jauh lebih hebat dari sekedar hal itu.

Dipublikasi pada : Info Sehat
Halaman 1 dari 2