Hans Mandala

Hans Mandala

Website URL: http://puskkk.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Banyak orang yang sering menghangatkan makanan kembali saat ingin makan. Namun, memanaskan sayur bayam bisa berhaya bagi tubuh. Ini kata pakar gizi!

 

Menerapkan hidup sehat, salah satunya adalah dengan menjaga kebersihan tubuh sepanjang hari. Menjaga kebersihan tubuh juga bukan hanya dengan mandi lho, tapi juga dengan memastikan tangan selalu bersih, begitu juga dengan gigi. Merawat gigi tetap bersih dan sehat bukan hanya penting buatmu sendiri, tapi juga akan membantu mencegah penyakit dan penyebaran infeksi pada orang lain.

ZAT GIZI HILANG SAAT MASAK KO ?

Kamis, 30 April 2020 05:38

Memasak adalah cara untuk bisa menikmati makanan. Tanpa proses ini, banyak makanan menjadi kurang lezat untuk dimakan. Selain itu, memasak juga bertujuan untuk mematikan mikroorganisme, seperti bakteri dan kuman, yang ada di makanan, sehingga makanan lebih sehat untuk dimakan dan tidak akan menimbulkan penyakit.

 

Namun, di balik manfaat proses memasak, ternyata suhu panas yang dihasilkan oleh pemasakan berpengaruh pada kandungan zat gizi dalam makanan tersebut. Tidak semua zat gizi sensitif terhadap panas, tetapi beberapa zat gizi akan menurun jumlahnya karena pemanasan saat pemasakan.

 

Panas yang digunakan saat memasak berpengaruh pada makanan

 

Pemanasan yang dihasilkan oleh proses masak dapat mempengaruhi vitamin dan lemak dalam makanan. Vitamin tertentu, terutama vitamin larut air, sangat sensitif terhadap panas yang dihasilkan selama proses pemasakan. Lemak dapat mentolerir suhu panas yang lebih tinggi daripada zat gizi lainnya, namun ketika lemak bertemu dengan titik asap dari pemanasan tersebut, maka struktur kimia lemak dapat berubah.

 

Perubahan struktur kimia pada lemak ini menimbulkan risiko kesehatan, bau yang tidak sedap, rasa yang berubah, dan berkurangnya kandungan vitamin. Oleh karena itu, sebaiknya Anda membatasi konsumsi makanan berlemak yang dimasak dalam minyak goreng bersuhu sangat tinggi.

 

Apa saja zat gizi yang berkurang saat pemasakan?

 

Walaupun tidak semua, tetapi terdapat beberapa zat gizi yang dapat hilang saat proses pemasakan, terutama yang menghasilkan panas berlebih.

 

Vitamin larut air

 

Vitamin larut air, terutama vitamin C dan vitamin B, sangat sensitif terhadap panas. Kedua vitamin ini banyak terdapat dalam sayuran dan buah-buahan. Sehingga, pemasakan sayuran yang mengandung kedua vitamin tersebut dapat membuat kandungan vitamin dalam sayuran berkurang, terutama jika dimasak dengan air.

 

Vitamin C

Vitamin C sangat sensitif terhadap panas, air, dan udara. Sebuah penelitian yang diterbitkan oleh Journal of Zhejiang University Science tahun 2009 menunjukkan bahwa metode memasak mempengaruhi kadar vitamin C dalam brokoli. Brokoli yang dimasak dengan cara direbus adalah yang paling banyak menghilangkan kandungan vitamin C, sedangkan brokoli yang dimasak dengan cara dikukus adalah yang paling dapat mempertahankan kandungan vitamin C dalam brokoli.

 

Penelitian Chuli Zeng tahun 2013 yang menguji kandungan vitamin C dalam bayam, lettuce, dan brokoli saat pemasakan menunjukkan bahwa perebusan sayuran tersebut dapat menghilangkan kandungan vitamin C lebih dari 50%. Penelitian ini juga menyimpulkan bahwa sayuran mentah memiliki kandungan vitamin C yang paling tinggi dibandingkan dengan sayuran yang dimasak, serta metode memasak dengan cara dikukus merupakan metode yang paling baik untuk mempertahankan kandungan vitamin C dalam sayuran tersebut.

 

Vitamin B

Terutama vitamin B1 (tiamin), asam folat, dan vitamin B12 adalah yang paling tidak stabil terhadap panas. Vitamin B ini mungkin bisa saja sudah hilang, bahkan sebelum melalui proses pemasakan. Jika disimpan dalam tempat yang tidak tepat, vitamin B dalam bahan makanan bisa saja sudah hilang.

 

Penelitian tahun 2010 yang diterbitkan oleh Journal of The Pakistan Medical Association menunjukkan bahwa susu yang direbus selama 15 menit menyebabkan penurunan jumlah vitamin B1, B2, B3, B6, dan asam folat sebesar 24-36%. Hal inilah yang mungkin menyebabkan susu yang sudah mengalami proses pemanasan di pabrik akan diperkaya dengan berbagai jenis vitamin dan mineral.

 

Vitamin larut lemak

 

Vitamin larut lemak sangat sensitif terhadap panas, udara, dan lemak. Vitamin larut lemak, terutama vitamin A, D, dan E, dapat berkurang jumlahnya dalam makanan jika dimasak dalam minyak panas. Karena vitamin ini dapat larut dalam lemak, vitamin ini kemudian larut dalam minyak panas yang digunakan untuk memasaknya. Berbeda dengan vitamin A, D, dan E, vitamin K lebih stabil terhadap panas dan tidak mudah hancur. Agar tidak banyak kehilangan kandungan vitamin A, D, E dan K dalam makanan, Anda bisa memasak bahan makanan tersebut dengan panas tinggi dan air.

 

Asam lemak omega 3

 

Asam lemak omega 3 yang banyak terkandung dalam ikan berlemak ini ternyata tidak tahan dengan panas tinggi. Penelitian menunjukkan bahwa menggoreng ikan tuna dapat menurunkan kandungan asam lemak omega 3 sebesar 70-85%. Sedangkan, memasak ikan tuna dengan cara dipanggang hanya akan menghilangkan sedikit kandungan asam lemak omega 3 dalam ikan tuna. Begitu juga dengan merebus ikan yang dapat mempertahankan asam lemak omega 3 lebih banyak daripada menggorengnya.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa metode memasak dapat mempengaruhi kandungan zat gizi yang ada dalam makanan. Setiap bahan makanan harus dimasak dengan metode pemasakan yang tepat agar kandungan zat gizinya tidak banyak yang hilang.

 

Bagaimana cara mempertahankan kandungan zat gizi dalam makanan meski dimasak?

 

Beberapa saran yang dapat Anda ikuti agar kandungan zat gizi dalam makanan tidak terlalu banyak menghilang saat pemasakan adalah:

 

Mulailah dari metode penyimpanan. Simpan bahan makanan, seperti sayuran, di tempat yang baik. Sebaiknya hindari menyimpan sayuran di tempat yang panas, terutama untuk sayuran yang banyak mengandung vitamin B dan vitamin C. Anda bisa menyimpannya dalam tempat yang sejuk atau Anda juga bisa menyimpannya dalam wadah kedap udara.

Sebelum memasak, cukup cuci sayuran daripada mengupasnya. Kulit sayuran mengandung beberapa jenis vitamin dan mineral, serta serat yang penting untuk tubuh kita. Sebaiknya, juga jangan membuang daun luar sayuran, seperti kol, kecuali daun tersebut layu.

Masak sayuran dengan air sedikit. Sebaiknya juga Anda mengonsumsi air yang digunakan untuk merebus sayuran tersebut, jangan malah membuangnya. Atau, lebih baik untuk memasak sayuran dengan metode dikukus, menggunakan microwave, atau memanggangnya, daripada dimasak dengan cara direbus.

Potong makanan setelah dimasak daripada sebelum dimasak. Hal ini dapat mengurangi kandungan zat gizi yang hilang selama proses pemasakan.

Masak makanan dalam waktu yang cepat, jangan terlalu lama. Semakin lama sayuran dimasak, semakin banyak zat gizi yang akan terbuang.

 

https://hellosehat.com/hidup-sehat/tips-sehat/memasak-menghilangkan-zat-gizi-makanan/

PUSKESMAS KUPANG KOTA BEKERJASAMA DENGAN RUMAH SAKIT KARTINI DALAM MENGATASI PENYEBARAN VIRUS CORONA DI WILAYAH KOTA KUPANG.  DALAM HAL INI DIKHUSUSKAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUPANG KOTA YANG MANA LETAK SANGAT STRATEGIS DI PERTENGAHAN KOTA KUPANG, YANG MANA KITA SEMUA TAU SITUASI TAK PERNAH SEPI MOBILISASI PENDUDUK BAIK PEJALAN KAKI DAN DAERAH PERTOKOAN YANG SELALU RAMAI.

PEMBAGIAN PAKET INI DIBERIKAN OLEH RUMAH SAKIT KARTINI KUPANG DAN BEKERJA SAMA DENGAN PUSKESMAS KUPANG KOTA UNTUK MENDISTRIBUSIKAN KEPADA MASYARAKAT YANG MEMBUTUHKAN.

ADAPUN MASYARAKAT YANG DIBERIKAN BANTUAN INI ADALAH MASYARAKAT YANG DITEMUI PADA SAAT JAM KERJA DIWILAYAH

BINAAN PUSKESMAS KUPANG KOTA YANG TIDAK MENGGUNAKAN MASKER PADA SAAT BERJUALAN DAN BEKERJA.

ADAPUN ISI DARI PAKETAN INI BERUPA MASKER KAIN YANG BISA DICUCI, HAND SANITISER &  PANDUAN MENCEGAH PENYEBARAN VIRUS CORONA. ADAPUN RESPON YANG BAIK DARI MASYARAKAT YANG MENERIMA DIKARENAKAN BEBERAPA MASYARAKAT BERPENGHASILAN KECIL SEHINGGA KURANG MAMPU UNTUK MEMBELI MASKER YANG HARGA MELAMBUNG NAIK PADA SAAT INI.

SELAIN MEMBERIKAN BANTUAN INI PETUGAS DARI PUSKESMAS KUPANG KOTA JUGA MENJELASKAN CARA PEMAKAIAN MASKER DAN

CARA CUCI TANGAN MENGGUNAKAN HAND SANITISER SERTA 6 LANGKAH MENCUCI TANGAN MENGGUNAKAN AIR DAN SABUN.

MARI KITA MENCEGAH LEBIH BAIK DARIPADA MENYEMBUHKAN.

Infeksi virus Corona yang dikenal juga sebagai penyakit COVID-19 berasal dari hewan, Penyakit ini dapat menular ke manusia dan antarmanusia. Penularan virus Corona dari manusia ke manusia bisa terjadi salah satunya melalui percikan air liur penderita COVID-19 yang dikeluarkan saat bersin, batuk, atau bahkan bicara.

 

Oleh karena itu, penggunaan masker dianjurkan sebagai salah satu upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona, karena dapat menghalau percikan ludah ini.

 

Lantas, Kapan Waktu yang Tepat untuk Anak Menggunakan Masker?

Pemakaian masker tidak dianjurkan jika anak tidak sakit atau tidak berada di dekat orang sakit. Kenakan Si Kecil masker hanya bila ia sedang sakit batuk atau pilek, juga bila ia berada di dekat orang yang sedang sakit batuk atau pilek. Pilihlah masker yang ukurannya pas agar nyaman digunakan oleh Si Kecil.

 

Bila Bunda hendak memberikan Si Kecil masker, jangan lupa ajari ia untuk selalu mencuci tangan sebelum dan setelah menyentuh masker.

 

Memakai masker bisa membuat anak merasa gerah dan kurang nyaman untuk bernapas, sehingga ia akan bolak-balik melepas dan memasang masker, serta menyentuh masker dan wajah tanpa mencuci tangan. Hal ini justru akan meningkatkan risiko anak untuk terinfeksi virus dan kuman penyakit lainnya, lho.

 

Jadi, ketimbang memakaikannya masker, lebih baik Bunda mengurangi membawa Si Kecil ke luar rumah, apalagi ke tempat yang ramai, seperti pusat perbelanjaan atau taman bermain. Untuk saat ini, cara tersebut lebih dianjurkan untuk mencegah penularan virus Corona.

 

Jika memang harus ke luar rumah, usahakan agar Si Kecil tidak dekat-dekat, digendong, atau dicium orang lain, terutama orang yang tampak sakit. Selain itu, pastikan juga area wajah Si Kecil tidak disentuh tangan yang belum dicuci.

 

Memakaikan anak masker perlu dipertimbangkan dengan bijak. Pasalnya, masker bisa melindunginya, tapi bisa juga meningkatkan risikonya untuk terinfeksi. Oleh karena itu, lebih baik Bunda fokus pada langkah pencegahan yang lain, seperti membiasakannya cuci tangan.

 

Pastikan Si Kecil paham mengenai cara mencuci tangan yang benar dan kapan saja ia harus mencuci tangan. Ingatkan ia untuk mencuci tangannya secara teratur dan tidak menyentuh wajah atau makan dengan tangan yang kotor. Berikan ia makanan bergizi dan pastikan ia cukup istirahat supaya daya tahan tubuhnya tetap prima.

 

Berikut ada beberapa jenis masker yang ada:

 

Masker Kain

 

Umumnya, masker ini bisa dicuci dan digunakan lagi. Masker ini sangat umum digunakan di negara-negara Asia, terutama untuk berkendara.

 

Studi menunjukkan enggak ada bukti kalau masker kain punya manfaat untuk pencegahan penyakit.

 

Masker jenis ini malah dianggap berbahaya karena cenderung jarang dicuci.

 

Masker kain juga gampang basah dan lembap, yang membuatnya jadi tempat yang baik untuk kuman berkembang biak.

 

 

Masker Bedah

 

Nah, kamu pasti enggak asing dengan masker yang satu ini. Yup, ini adalah masker bedah, masker yang paling sering digunakan di Indonesia.

 

Masker bedah sekali pakai ini biasanya berwarna hijau atau biru, dan umumnya dipakai oleh dokter saat melakukan pembedahan atau prosedur medis.

 

Fungsi dari jenis masker ini adalah untuk mencegah air liur atau batuk mengontaminasi area operasi yang steril.

 

Masker ini juga cocok digunakan orang yang sakit agar enggak menularkan penyakitnya lewat droplets (air liur).

 

 

Masker N95

 

Masker N95 atau masker respirator adalah jenis masker anti-polusi yang bisa digunakan untuk melindungi dari asap, termasuk kabut asap.

 

Masker N95 bisa menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen. Inilah alasan masker ini dinamakan masker N95.

 

Jenis masker ini cocok digunakan untuk orang yang sensitif, seperti penderita infeksi saluran pernapasan dan pekerja di luar ruangan.

 

N95 tidak dirancang untuk anak-anak atau Anda yang memiliki rambut pada wajah karena N95 tidak akan bisa menutupi wajah secara sempurna,

menyisakan celah dan bisa dimasuki partikel-partikel berukuran kecil.

Orang-orang yang memiliki masalah pernapasan kronis, jantung, atau kondisi medis lainnya yang membuat mereka sulit bernapas harus terlebih dahulu

berkonsultasi dengan dokter mengenai penggunaan N95. Anda memerlukan usaha lebih keras untuk bernapas menggunakan N95, karena itulah, lebih

baik untuk menanyakan cara penggunaannya dengan ahli terlebih dahulu.

Untuk mencegah penularan bakteri atau virus, N95 tidak boleh dipakai bergantian dengan orang lain. Jika N95 milik Anda sudah rusak, kotor, atau

membuat Anda sulit bernapas, segera ganti dengan yang baru. Jangan salah pilih dan menggunakannya, ya! Karena setiap masker punya kegunaan

masing-masing.

 

Antisipasi Bahaya Virus Corona Covid-19 Puskesmas Kupang kota yang bertempat di tengah pemukiman Kota Kupang yang sangat strategis ini sangat beresiko karena tingginya mobilisasi penduduk yang sangat padat.

IMUN KUAT TUBUH KUAT HADAPI VIRUS

Jumat, 20 Maret 2020 01:31

Sejak awal munculnya kasus virus corona, imbauan untuk rajin mencuci tangan dan menjaga imunitas tubuh. Cara ini mungkin dianggap sepele dan sedikit tak menenangkan.

MINYAK ZAITUN TEKAN RESIKO JANTUNG

Jumat, 20 Maret 2020 01:26

Salah satu poin inti dari diet Mediterania adalah penggunaan minyak zaitun dalam menu makan harian. Studi terbaru menunjukkan, asupan minyak zaitun dapat menurunkan risiko kardiovaskular.

 

Penelitian yang dipresentasikan dalam pertemuan American Heart Association pada Rabu (4/3) itu menegaskan manfaat konsumsi minyak zaitun untuk tubuh. Mengganti 5 gram margarin, butter, atau mayones dengan minyak zaitun dalam jumlah yang sama dapat menurunkan risiko penyakit arteri koroner hingga 7 persen.

 

"Jangan menambahkan minyak zaitun ke menu makan harian Anda, tapi ganti," ujar penulis studi sekaligus ahli nutrisi Harvard T.H Chan School of Public Health, Frank Hu, melansir CNN.

Yang perlu dicatat adalah bahwa Anda perlu mengganti asupan lemak tak jenuh--yang umumnya terdapat dalam jenis minyak lainnya--dengan minyak zaitun. Minyak zaitun dipercaya dapat meningkatkan kadar kolesterol baik, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan jantung.

 

Tak hanya itu, penelitian juga menemukan, asupan minyak zaitun lebih dari 7 gram atau setengah sendok makan sehari dikaitkan dengan risiko penyakit kardiovaskular yang lebih rendah sebesar 15 persen. Namun, penggunaan minyak zaitun tampaknya tak berdampak pada risiko stroke.

 

Sebelumnya, sebuah studi besar terhadap lebih dari 7 ribu orang pada 2013 lalu menemukan bahwa konsep diet Mediterania dikombinasikan dengan asupan minyak zaitun ekstra virgin selama 5 tahun dikaitkan dengan risiko serangan jantung dan stroke yang lebih rendah sebesar 30 persen.

Selain itu, asupan minyak zaitun juga dapat memperlambat penurunan fungsi kognitif dan membantu mengendalikan berat badan. Sebuah penelitian di Australia pada 2018 menemukan, minyak zaitun ekstra virgin lebih stabil secara kimiawi pada suhu tinggi daripada minyak goreng lainnya. Minyak canola disebut sebagai yang paling tidak stabil dan dapat menciptakan senyawa berbahaya dua kali lebih banyak daripada minyak zaitun ekstra virgin. "Mari kita bicara tentang perubahan dalam pola makan," kata Hu. Alih-alih menggunakan mentega untuk roti, lanjut dia, lebih baik celupkan roti ke dalam minyak zaitun. Atau, Anda juga bisa menggunakan campuran minyak zaitun dan cuka sebagai teman menikmati salad. "Perubahan kecil ini memberikan manfaat kesehatan yang signifikan dalam jangka panjang,"

Seperti dilansir https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20200306140056-255-481103/minyak-zaitun-dalam-menu-harian-tekan-risiko-penyakit-jantung

Halaman 1 dari 6