CEGAH STUNTING DENGAN PMBA (PEMBERIAN MAKAN BAYI & ANAK) Featured

Ditulis Oleh | Kamis, 03 Oktober 2019 03:53 | Dibaca : 165 Kali | Terakhir Diperbaharui : Kamis, 03 Oktober 2019 04:18
CEGAH STUNTING DENGAN PMBA (PEMBERIAN MAKAN BAYI & ANAK)

Stunting merupakan kondisi gangguan pertumbuhan pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama, yang disebabkan oleh banyak faktor seperti kondisi sosial ekonomi, gizi ibu saat hamil, kesakitan pada bayi, dan kurangnya asupan gizi pada bayi. Kondisi ini mengakibatkan anak mengalami keterlambatan dalam perkembangan, dan beresiko mengidap penyakit metabolik dan degeneratif dikemudian hari.


 

Strategi nasional percepatan pencegahan dan penurunan stunting adalah melalui intervensi gizi spesifik, intervensi gizi sensitif dan enabling-evironment (lingkungan yang mendukung). Intervensi gizi spesifik menyumbang sebesar 30% dalam menurunkan kasus stunting, intervensi ini ditunjukan kepada rumah tangga pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), dilakukan oleh sektor kesehatan, bersifat jangka pendek, dan hasilnya dapat dicatat dalam waktu relatif pendek. Sedangkan, intervensi gizi sensitif menyumbang sebesar 70% dalam menurunkan angka stunting, dilakukan oleh sektor di luar kesehatan, dan sasarannya adalah masyarakat umum. Serta, lingkungan yang mendukung, ditujukan untuk faktor-faktor mendasar yang berhubungan dengan status gizi seperti kebijakan pemerintah, status ekonomi atau pendapatan dan kesetaraan

 

Salah satu kegiatan sosialisasi pentingnya nutrisi pada 1000 HPK untuk mencegah stunting adalah kegiatan terkait Pemberian Makan Bayi dan Anak (PMBA) yang tepat. Rekomendasi WHO terkait PMBA adalah :

 

  • Inisiasi Menyusu Dini
  • ASI Eksklusif 6 bulan
  • Makanan Pendamping ASI diberikan di usia 6 bulan sambil melanjutkan pemberian ASI
  • Pemberian ASI tetap dilanjutkan sampai usia 2 tahun

 

Inisiasi Menyusu Dini (IMD) adalah tindakan segera setelah lahir bayi diletakkan menempel di dada atau perut ibu dibiarkan merayap mencari puting, kemudian menyusu sampai puas. Proses ini berlangsung minimal 1 (satu) jam pertama sejak bayi lahir. Segera lakukan kontak kulit antara ibu dan bayi segera setelah lahir dan biarkan bayi merangkak dan menyusu sampai puas minimal satu jam pertama kelahiran.

 

Setelah melakukan IMD bayi diberi ASI secara eksklusif, bayi diberikan ASI saja tanpa tambahan apapun sejak lahir sampai berusia 6 bulan. Setelah berusia 6 bulan bayi baru dapat diberikan Makanan Pendamping ASI (MP ASI).

 

Dalam pemberian MP ASI ada strategi-strategi yang perlu dilakukan untuk menunjang keberhasilan dalam memberikan makanan pada bayi dan anak sehingga kecukupan gizinya terpenuhi. Strategi tersebut antara lain :

 

Selain itu dalam Pemberian MP-ASI juga harus memperhatikan beberapa hal antara lain : Jadwal, Lingkungan dan Prosedur

 

Jadwal pemberian makan pada bayi dan anak sebaiknya :

 

  • Teratur
  • Durasi makan tidak lebih dari 30 menit
  • Tidak menawarkan makanan camilan pada saat jadwal makanan utama

 

Faktor lingkungan yang perlu diperhatikan dalam memberikan MP ASI adalah :

 

  • Buatlah lingkungan yang menyenangkan
  • Siapkan serbet agar tidak berantakan
  • Usahakan tidak ada gangguan yang dapat mengalihkan perhatian anak
  • Jangan memberikan makanan sebagai hadiah

 

Untuk prosedur pemberian MP ASI adalah :

 

  • Berikan makanan dalam porsi yang kecil
  • Berikan makanan utama dahulu baru minum
  • Ketika anak sudah bisa memegang makanan sendiri atau memegang sendok sendiri dorong agar anak bisa makan sendiri
  • Bila anak menunjukkan tanda tidak mau makan, tawarkan kembali makanan secara lebih netral dan tidak memaksa
  • Bila setelah 10 – 15 menit anak tetap tidak mau makan, akhirilah proses makan
  • Bersihkan mulut anak jika sudah selesai makan.

 

Ana  Margaretha Basy

Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Beri Komentar

Make sure you enter all the required information, indicated by an asterisk (*). HTML code is not allowed.